Ketimpangan Akses Internet dan Listrik di Kaltim, DPRD Minta Pemprov dan PLN Bersinergi

Foto: Agiel Suwarno, Anggota DPRD Kaltim

SAMARINDA – Masih ada 246 desa di Kaltim yang belum terjangkau jaringan sinyal komunikasi dan akses internet, menurut data Diskominfo Kaltim.

Hal ini menjadi sorotan Agiel Suwarno, Anggota DPRD Kaltim, yang mengkritisi ketimpangan tersebut antara kota dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Daerah yang terisolir dengan internet sudah tidak seharusnya ada lagi. Namun, di wilayah 3T Kaltim, masih banyak desa yang tidak tersentuh internet,” ucap Agiel, Selasa (24/10/2023).

Ia menyayangkan ketimpangan jaringan internet dan listrik di wilayah 3T Kaltim.

Padahal, kata dia, Kutai Timur adalah kabupaten yang menyumbang Produk Domestik Regional Bruto besar untuk Kaltim dan Indonesia.

Di Kutai Timur juga ada perusahaan-perusahaan besar dan objek vital nasional seperti PT KPC, PT GAM, Indexim, dan pabrik semen yang berkontribusi pada daerah.

Agiel juga mengeluhkan akses listrik yang belum merata di Kaltim.

“Kaltim adalah penyumbang devisa kredit karbon terbesar karena banyak hutan alami. Namun, listrik di Kaltim belum bisa dinikmati sepenuhnya,” kata anggota Komisi II DPRD Kaltim itu.

Politisi PDI-P itu meminta pemerintah provinsi untuk berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada lagi ketimpangan akses listrik di Kaltim.

“Kami harap pada 2024 PLN sudah selesai membangun dan menyalakan listrik di sana. Itu harapan masyarakat di sana saat saya pulang ke dapil,” kata Agiel.

Sebelumnya, anggota DPRD Kaltim Ekti Imanuel mengusulkan 10.000 sambungan listrik baru pada 2024, khusus untuk rumah-rumah di desa-desa tertinggal dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal.

“Memang ada rencana dari Dinas ESDM Kaltim untuk membangun 2.000 sambungan listrik PLTS pada 2024. Namun, jumlah itu kurang sehingga harus ditambah,” kata Ekti di Samarinda, Sabtu.

Ekti mengatakan, program PLTS Komunal itu bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di lokasi terpencil dan sulit mendapatkan listrik PLN. (adv/dprdkaltim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram