DPRD Kaltim Minta Pemprov Tindak Tegas Destructive Fishing di Berau

Foto: Muhammad Udin, Anggota Komisi III DPRD Kaltim

SAMARINDA – Kelompok Nelayan Marlin di Balikukup, Batu Putih, Berau, mengadukan masalah destructive fishing di perairan Berau ke DPRD Kaltim.

Kelompok nelayan ini mengeluhkan aktivitas penangkapan ikan yang merusak lingkungan ini.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Muhammad Udin, menegaskan Pemprov Kaltim harus menindak tegas praktik ini.

Ia mengatakan, praktik ini telah merusak sumber daya ikan dan lingkungan, dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Keluhan tentang penangkapan ikan menggunakan bahan kimia, bahan peledak, setrum, dan alat tangkap yang merusak lingkungan,” ujar Udin, Jumat (27/10/2023).

Ia menjelaskan, Kelompok Nelayan Marlin, adalah kelompok nelayan tradisional yang menggunakan metode tangkap ikan ramah lingkungan seperti pancing dan rawai.

Mereka berbeda dari nelayan kompresor yang menggunakan peralatan yang merusak sumber daya laut.

Ia mengatakan, destructive fishing ini telah merusak terumbu karang setiap hari.

Kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Berau merasa terancam, dan jika praktik ini tidak dihentikan, akan berdampak pada ekonomi mereka dan kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak.

Udin berharap Pemprov Kaltim dapat mengirimkan agen-agen mandiri ke lokasi tanpa berkoordinasi dengan aparat lokal yang tidak dipercaya oleh kelompok nelayan.

“Permintaan ini disampaikan sebagai langkah untuk melindungi lingkungan laut dan mata pencaharian kelompok nelayan tradisional di Kaltim,” katanya. (adv/dprdkaltim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram