DPRD Kaltim Minta Pemerintah Bangun dan Kembangkan Irigasi untuk Petani

Foto: Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim

SAMARINDA – Musim kemarau yang melanda Kaltim beberapa waktu lalu berimbas negatif ke sektor pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar). Banyak petani yang mengalami kekeringan di sawah dan lahan pertanian mereka.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, mengatakan bahwa pemerintah harus mencari solusi untuk mengatasi masalah pengelolaan air untuk keperluan pertanian. Ia mendorong pemerintah untuk membangun dan mengembangkan sistem irigasi yang baik dan efisien.

“Irigasi adalah solusi untuk mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau. Irigasi adalah pengaturan dan pengelolaan air untuk keperluan pertanian, baik dengan sumber air alami maupun buatan. Irigasi juga dapat menjaga kelembaban tanah, serta mengurangi risiko serangan hama dan penyakit,” ujar Samsun, Senin (6/11/2023).

Samsun berharap bahwa irigasi dapat membantu para petani untuk menyediakan air yang cukup bagi tanaman mereka sehingga meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan.

“Para petani membutuhkan irigasi, agar kemarau masih memiliki air. Juga saat berlimpah, air tidak membanjiri sawah dan lahan pertanian,” jelasnya.

Samsun menegaskan bahwa pembangunan dan pengembangan irigasi bagi para petani membutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari kalangan pemerintah, swasta, hingga kelompok masyarakat lain.

“Kita perlu survei dan memetakan potensi sumber air dan lahan pertanian yang membutuhkan irigasi. Penentuan jenis dan metode irigasi yang sesuai dengan kondisi setempat juga dibutuhkan,” tuturnya.

Selain itu, kata Samsun, para pemangku kepentingan harus menggelar sosialisasi dan edukasi kepada para petani tentang manfaat, cara, dan teknik irigasi yang baik dan benar, serta memberikan bantuan dan fasilitas yang diperlukan.

“Mari kita dukung dan berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan sistem irigasi yang baik dan efisien di Kaltim,” pungkasnya. (adv/dprdkaltim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram