Angka Kemiskinan di Kaltim Turun Perlahan, DPRD Minta Pemprov Kerja Sama dengan Sektor Swasta

Foto: Salehuddin, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim

SAMARINDA – Kaltim berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada 2021, angka kemiskinan di Kaltim mencapai 6,54 persen. Lalu pada 2022, turun menjadi 6,31 persen. Sementara pada Maret 2023, angka kemiskinan kembali turun menjadi 6,11 persen.

Namun, angka kemiskinan di Kaltim ini masih menjadi perhatian serius oleh DPRD Kaltim. Salehuddin, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, menyatakan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama kemiskinan di daerah, salah satunya adalah arus migrasi dari wilayah urban atau luar yang mencari peluang hidup di Kaltim.

“Kehadiran mereka mencari pekerjaan di Kaltim menjadi satu penyumbang signifikan pada statistik kemiskinan di Kaltim,” ujarnya, Selasa (14/11/2023).

Untuk menangani persoalan tersebut, Salehuddin mengusulkan agar Pemprov Kaltim menjalin kerja sama yang erat dengan sektor-sektor swasta, seperti tambang, migas, perkebunan, dan lainnya yang dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.

“Pemerintah perlu memberikan fasilitas ruang yang maksimal bagi proses pembinaan SDM di Kaltim. Hal ini harus disertai dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Salehuddin menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk memastikan bahwa proses pembinaan SDM tidak hanya berkualitas tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar. Ia berharap, penciptaan lapangan pekerjaan yang tidak hanya berjumlah banyak tetapi juga sesuai dengan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja lokal menjadi kunci dalam menanggulangi kemiskinan.

“Pemerintah harus memberikan fasilitas ruang yang maksimal bagi proses pembinaan SDM di Kaltim. Dan, menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang betul-betul match dengan kebutuhan pasar, dan tenaga kerja di Kaltim,” tegasnya. (adv/dprdkaltim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram